Proliman lahir ditengah-tengah gempuran jaman yang serba digital, serba penuh tantangan, maka melalui slogan membuka wawasan dengan berbagai sudut pandang dapat mengajak masyarakat menilai, berfikir kritis serta membuka wawasan seluas-luasnya dengan berbagai sudut pandang.

Rabu, 04 Desember 2013

Genap 9th Solo Grand Mall

Aksi pelepasan burung merpati di HUT ke-9 Solo Grand Mall [PRO/NAR]
Suhu rata-rata global pada permukaan bumi selama seratus tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global terjadi sejak pertengahan abad ke-20 dan kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.

Untuk tetap ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan hidup, Solo Grand Mall salah satu Mall ternama di kota Solo merayakan hari jadinya yang ke-9 dengan mengusung tema Let’s Go Green. 

Agenda HUT Solo Grand Mall tahun ini digelar berbagai macam agenda yakni bakti sosial ke panti-panti asuhan, menggelar agenda pemeran  usaha menengah kecil yang berada di halaman depan SGM, menggelar sembako murah untuk masyarakat yang berada di sekitar SGM, dan Agenda puncak digelar pada selasa kemarin (03/12) dengan menggelar syukuran pemotongan tumpeng, yang dilanjutkan prosesi penanaman pohon, serta ditutup dengan prosesi pelepasan burung merpati yang dilakukan management Solo Grand Mall beserta tamu undangan yang hadir.

“Penanaman pohon ini kami lakukan untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program pemerintah kota Solo dalam menghijaukan kota Solo” ungkap Bambang Sunarno General Manager SGM kepada tim Proliman.com disela-sela acara.

Menginjak usia ke 9 Solo Grand Mall akan tetap meningkatkan pelayanannya, “program andalan kami di tahun 2014 yakni tetap memberikan banyak pilihan bagi pengunjung yang berbelanja, memberikan ruang bagi masyarakat menengah ke bawah,selain itu akan banyak event-event yang akan digelar selama tahun 204 nanti”, pungkasnya.

Diharapkan dengan genap 9 tahun usianya, Solo Grand Mall tetap memberikan layanan yang terbaik dan selalu ikut serta dalam pembangunan kota melalui aksi go green.

Selamat dan sukses untuk Solo Grand Mall. [PRO/NAR]

Selasa, 03 Desember 2013

Mitos Sang Reptil Hingga Keberadaannya di Masa Sekarang

Saat ini mungkin kata Reptil masih terlalu awam bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Namun jika disebutkan cicak, tokek, kadal, ular, kura-kura, buaya, mungkin akan beragam tanggapan dimasyarakat. Banyak diantara orang yang tahu tentang binatang yang tadi disebutkan, namun tidak banyak yang tahu bahwa binatang tersebut termasuk dari golongan Reptil.

Sedikit mengulas ke masa lalu, banyak beredar mitos atau legenda dimasyarakat yang berkaitan dengan reptil. Di Kalimantan misalnya, Pada suku Dayak dan suku Banjar, ular Naga dikenal sebagai penguasa bumi, penguasa alam bawah. Diperkuat adanya legenda Naga Erau dan Karang Melanu. Dikisahkan sepasang suami istri yang menemukan seekor ular, setelah dipelihara hingga besar ular tersebut berubah menjadi ular Naga. Yang kemudian berubah menjadi bayi perempuan cantik yang akan menjadi istri dari Aji Batara Agung Dewa Sakti, pendiri dan raja di Kerajaan Kutai Kartanegara.

Di Jawa, mereka juga memiliki mitos Baru Klinting yaitu seekor ular Naga yang menjalani tapa. Ular Naga yang bernama Baru Klinting tersebut kemudian ditangkap penduduk desa dan kemudian dibunuh serta dagingnya disantap oleh penduduk desa. Sang ular Naga tersebut berubah menjadi seorang anak kecil buruk rupa yang meminta minta kepada penduduk. Namun, hanya hinaan serta makian yang anak tersebut dapatkan kecuali seorang nenek renta yang kemudian menolongnya. Anak tersebut kemudian kembali ke desa dan menancapkan sebatang lidi dan anak tersebut nenantang penduduk desa untuk mencabutnya namun tak ada yang bisa. Setelah lidi tersebut dicabut oleh anak tersebut keluarlah air yang kemudian membanjiri seluruh desa dan berubahlah menjadi danau yang dikenal sebagai Rawa Pening. Seperti dalam dunia pewayangan ular naga digambarkan sebagai sosok yang besar dan memiliki mahkota. Ular tersebut merupakan perwujudan dari dewa Sanghyang Naga Antaboga yang kemudian menjadi penguasa dibumi dan memiliki istana di Kahyangan Saptapratala (langit ketujuh).

Sobat Proliman, kembali lagi ke masa kini. Bisa dikatakan semua orang mengenal cicak atau ular, tapi hanya sebagian yang mengenal bermacam jenisnya misalnya orang desa lebih mengenal macam ular yang ada di sawah, rumah, serta kebun mereka. Sementara orang yang hidup dikota hanya mengenal jenis ular kobra atau ular sanca misalnya. Hal itupun juga mereka ketahui dari Kebun binatang atau bahkan hanya dari gambar. Prof. Djoko T. Iskandar, salah satu ahli reptil di Indonesia, mengemukakan bahwa masih banyak masyarakat yang minim pengetahuan tentang reptil khususnya di Indonesia. Misalnya, jenis, perilaku, persebarannya, hingga perkembangbiakannya. Padahal reptil sendiri termasuk bagian dari keanekaragaman hayati, dengan minimnya pengetahuan tentang reptil dari masyarakat serta makin majunya eksploitasi dan juga kerusakan habitatnya. Sangat penting bagi kita saat ini untuk mengenal kekayaan reptil asli Indonesia serta keanekaragamannya sebelum mereka semua hilang apalagi punah. Ya semoga saja anak cucu kita nanti tidak sampai mengenal reptil hanya dari gambar, maupun mitos kalau reptil di Indonesia dulu ada ratusan macam. [PRO/KINCUP]

Menilik Wisata Sejarah Candi Cetho

Proliman.com- Candi Cetho merupakan Candi yang bercorak Hindu yang ditemukan pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti usia Candi Cetho tersebut tidak jauh berbeda dengan Candi Sukuh yang letaknya tidak jauh dari Candi Cetho. Lokasinya berada di desa Cetho, kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar dengan ketinggian 1400Mdpl.

Candi yang terletak disebelah utara lereng Gunung Lawu tersebut tidak hanya digunakan untuk tempat wisata saja, melainkan digunakan untuk tempat beribadah juga bagi umat Hindu. Wisata di wilayah ini ternyata juga terdapat obyek wisata lainnya seperti Patung Puri Saraswati dan juga Candi Kethek yang terletak 300 meter dari Candi Cetho. Candi yang terletak kurang lebih 60KM dari Kota Solo ini dapat ditempuh dengan lama perjalanan kira-kira 2 jam dengan sebelumnya melewati wilayah kabupaten karanganyar, dan kemudian dilanjut dengan perkebunan teh. Ketika sampai di obyek wisata ini, kita juga disuguhkan pemandangan yang sangat indah karena Candi Cetho terletak di tempat yang tinggi, sehingga dapat melihat pemandangan yang luas seperti kebun teh, dan daerah-daerah didekatnya seperti halnya Kemuning, karangpandan, karanganyar, dan Sragen.

Setiap harinya wisata Candi Cetho ini ramai didatangi pengunjung, mulai dari pengunjung domestik, maupun turis asing. Tiket masuk ke Candi Cetho ini tergolong cukup terjangkau Rp.3000 untuk pengunjung Lokal, dan Rp. 10.000 untuk Turis Asing. Setiap harinya memang pengunjung disini tidak pernah sepi, apalagi diwaktu akhir pekan obyek wisata disini sangat ramai, terang Priyono (23) warga Desa Cetho, sekaligus pengelola Parkir dan Homestay di sekitar obyek wisata tersebut saat berbincang-bincang dengan tim Proliman, senin (2/11). Ia juga menambahkan, walau cuaca mendung, hujan ataupun berkabut, namun wisata obyek Candi Cetho ini tetap saja didatangi oleh pengunjung yang ingin berekreasi. Tim Redaksi Proliman juga sempat berbincang-bincang dengan salah satu pengunjung Reno Haryanto (25) pengunjung asal Purwokerto bersama beberapa rekannya, ia tidak hanya berwisata di Candi Cetho saja, melainkan ia juga sehabis camping disekitar wilayah hutan Candi Kethek. Wilayah Candi Cetho ini juga merupakan tempat basecamp jalur pendakian Gunung Lawu melalui Jalur utara.[PRO/DN]

Senin, 02 Desember 2013

42 Tahun Merdeka UNI EMIRAT ARAB


Proliman.com- Tahukah anda hari ini merupakan hari besejarah bagi masyarakat Uni Emirat Arab ? ya, tepat hari ini (02/12) merupakan peringatan dari hari kemerdekaan Uni Emirat Arab dari Protektorat Inggris.

Hari ini biasa disebut hari Negara Trucial dan penyatuan 7 Emirat serta pembentukan negara modern berbentuk federal pada 02 Desember 1971 yang lalu. Awalnya Bahrain dan Qatar ingin digabungkan dalam federasi ini, namun gagal dan memilih merdeka sendiri. Ketujuh Negara bagian Emirat tersebut yaitu Abu Dhabi, Dubai, Ajman, Sharjah, Fujairah, Umm al Quwain dan terakhir Emirat Ras al Khaimah yang baru bergabung pada 11 Februari 1972 atau beberapa bulan kemudian setelah deklarasi. 

Setelah 42 tahun merdeka Uni Emirat Arab saat ini di tingkat regional maupun tingkat internasional berhasil menempati status pionir terkemuka di peta negara yang paling progresif, makmur dan stabil di dunia seperti yang dilansir emirates247.com.

Selain berhasil menempati status pionir terkemuka, Uni Emirat Arab juga berhasil menjamin pelayanan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya, pasalnya ditahun 2013 ini pemerintah menganggarkan dana sebesar AED3.4 miliar khusus untuk menjamin pelayanan kesehatan.
Selamat dan sukses untuk hari jadi Uni Emirat Arab yang ke-42. [PRO/EG]


Editor : Tim Redaksi Proliman.com





Sabtu, 30 November 2013

George Washington (bukan) Presiden Pertama USA

Proliman.com- Jika mendengar kata Amerika Serikat, tentu nama George Washington tak asing lagi di telinga kita. Pria kelahiran 22 Februari 1732 dan meninggal 14 Desember 1799 ini yang kita ketahui merupakan presiden pertama United States of America atau yang sering disebut-sebut sebagai Bapak Bangsa Amerika dengan masa tugas antara tahun 1789-1797.

Sejauh ini di banyak buku-buku pengetahuan di seluruh dunia sering mencatat dan menyebut jabatan George Washington sebagai The First President of USA. Namun tak banyak orang yang tahu bahwa presiden pertama Amerika bukanlah Washington. Masih ada 8 tahun dan 6 presiden yang menjabat menjadi presiden sebelumnya.

Sebenarnya, sebelum Washington dikenal di seluruh dunia sebagai presiden, ia memiliki jabatan sebagai komandan tertinggi Continental Army dalam perang melawan Inggris. Pada Revolusi Amerika Serikat, Kongres Kontinental memilih Peyton Randolph sebagai Presiden pertama. Randolph digantikan pada 1781 oleh John Hanson, yang memimpin kemerdekaan dari Britania Raya. Setelah Washington mengalahkan Inggris dalam Pertempuran Yorktown, Hanson mengirimkannya surat ucapan selamat. Balasan dari Washington dikirimkan kepada “The President of the United States”. Enam orang Presiden Amerika Serikat berikutnya berkuasa masing-masing selama satu tahun sampai Kongres mengganti Artikel Konfederasi dengan Konstitusi Amerika pada tahun 1789.

Pada tahun 1789-lah, sebagai pahlawan perang, Washington sendiri menjadi Presiden yang terpilih langsung pertama di Amerika secara demokrasi, Namun sekaligus Washington menjadi presiden ke 7 bila sejarah juga mencatat para Presiden Kongres Kontinental. Sebagai salah satu The Founding Father of USA, kini namanya di abadikan sebagai nama ibukota negara Amerika Serikat, Washington DC. [Pro/Del]

Jumat, 29 November 2013

Mempertahankan Eksistensi Campursari Dalam Gempuran Zaman

Proliman.com- Musik merupakan sebuah hiburan bagi setiap manusia dan dapat dikatakan telah mendarah daging disetiap sendi kehidupan manusia. Musik dapat merubah dan dapat berubah sesuai tuntutan zaman. Namun, tetap mempunyai makna dan sejarahnya, tak terkecuali Campursari. Dalam masyarakat Jawa sebenarnya banyak sekali jenis-jenis musik seperti Keroncong, Karawitan, Langgam, termasuk Campursari salah satunya. Campursari sendiri merupakan perpaduan dari beberapa genre musik kontemporer di Indonesia.

Nama Campursari berasal dari bahasa Jawa dimana campur yang berarti perpaduan dan sari yang berarti inti, jadi dapat dimaksudkan filosofi Campursari itu merupakan perpaduan inti dari genre-genre musik kontemporer. Campursari pertama kali dipopulerkan oleh Manthous dengan memasukkan keyboard ke dalam orkestrasi gamelan pada sekitar akhir dekade 1980-an melalui kelompok gamelan "Maju Lancar". Kemudian secara pesat masuk unsur-unsur baru seperti langgam Jawa, keroncong serta akhirnya dangdut.

Di wilayah Jawa bagian tengah hingga timur termasuk kota Solo, musik campursari sering dikombinasikan dan dimodifikasi dengan berbagai alat musik dari barat atau sebaliknya sehingga menciptakan warna musik yang beda dengan yang lainnya. Namun dalam kenyataanya musik asing ini justru takluk oleh musik-musik daerah setempat yang disukai layaknya Langgam Jawa dan Gending.

Pada dekade 2000-an telah dikenal bentuk-bentuk campursari yang merupakan campuran gamelan dan keroncong (misalnya Kena Goda dari Nurhana), campuran gamelan dan dangdut, serta campuran keroncong dan dangdut (congdut, populer dari lagu-lagu Didi Kempot). Meskipun perkembangan campursari banyak dikritik oleh para pendukung kemurnian aliran-aliran musik ini, campursari justru hadir untuk merevitalisasi musik-musik tradisional di tanah Jawa, sekaligus memberi warna baru.

Dalam perkembangan musik di Indonesia khususnya di Jawa, kehadiran Campursari cukup digemari oleh kaum muda, khususnya kaum muda jawa. Namun kini perlahan musik campursari ikut luntur termakan oleh gempuran zaman yang memaksa musik-musik asing mendominasi kehidupan anak muda zaman sekarang.
Pemuda, entah dalam bentuk apapun yang mereka lakukan tetap saja sangat memegang peranan penting bagi kemajuan suatu bangsa. Jika melihat kehidupan pemuda dari zaman dahulu hingga sekarang memang tidak bisa lepas dari yang namanya musik.

Namun akhir-akhir ini justru musik asing lah yang lebih digandrungi untuk dinikmati para pemuda. Mereka enggan dan bahkan cenderung malu jika mendengarkan lantunan musik campursari yang notabene adalah budaya lokal bangsa ini. Padahal banyak seniman Indonesia yg berpendapat bahwa "melestarikan dan mendukung perkembangan budaya lokal mereka sendiri sama dengan membentuk jati diri".
Dan sebagai generasi penerus dari bangsa ini, sudah seharusnya kita turut serta dalam melestarikan dan mendukung perkembangan musik asli dari bangsa ini, salah satunya campursari. [PRO/REY]

Kamis, 28 November 2013

Hukum Pancung Dari Masa Ke Masa

Hukuman adalah ganjaran bagi mereka yang terbukti melakukan kesalahan, terutama yang terdapat pada kasus-kasus pidana. Di dunia ini terdapat bermacam-macam hukuman untuk para terdakwa kasus, baik itu hukuman yang hanya akan membuat efek jera hingga hukuman yang menghilangkan nyawa (hukuman mati). Hukuman mati yang masih diaktifkan hingga sekarang adalah hukum pancung atau penggal kepala. Mengerikan memang, namun tahukan Anda, ternyata sejarah dari hukum pancung tersebut sangatlah panjang dan sulit diperkirakan asal-usulnya.

Di Inggris ada anggapan, bahwa hukuman pancung merupakan hak istimewa para terhormat. Hukuman pancung berlaku di Inggris sampai dengan tahun 1747 dan merupakan metode hukuman mati standar di Norwegia sampai saat dihapuskan pada tahun 1905, Swedia (sampai tahun 1903), Denmark (sampai tahun 1892), dan digunakan untuk beberapa kelas tahanan di Prancis (sampai penggunaan Guillotine di tahun 1792), serta di Jerman sampai dengan tahun 1938.

Pada hukuman pancung, terdakwa yang akan dieksekusi biasanya ditutup matanya, sehingga mereka tidak dapat melihat pedang atau kapak yang datang menebas leher mereka, agar mereka tidak dapat menghindar. Hasil dari eksekusi ini adalah pendarahan yang hebat di leher karena arteri dan vena yang terputus.

Eksekusi pancung bisa dikatakan sebagai hukuman mati yang manusiawi jika dilakukan dengan benar karena hanya dibutuhkan satu tebasan dalam pemenggalan. Dalam beberapa detik sudah dipastikan terdakwa telah meninggal, bandingkan dengan hukuman mati yang lain seperti hukum gantung. Hukum gantung memerlukan lebih banyak waktu untuk membuat terdakwa menghembuskan nafas terakhirnya. Cara digantung seperti itu akan membuat yang dieksekusi merasa tersiksa terlebih dahulu dan terkesan tak mausiawi.

Dibalik pengeksekusian yang sempurna, tentuya ada seorang eksekutor yang telatih. Mereka disebut sebagai algojo pancung yang tidak boleh memiliki rasa iba terhadap orang yang akan dipancungnya. Hukuman pancung secara luas digunakan di Eropa dan Asia sampai abad ke-20. Semua negara-negara Eropa yang sebelumnya menggunakan hukuman pancung, sekarang telah benar-benar menghapuskan metode hukuman mati dengan cara ini. Dan saat ini, hanya Arab Saudi dan Iran yang masih menggunakan metode hukuman mati seperti ini. Qatar dan Yaman pun sebenarnya melegalkan hukuman mati dengan metode seperti ini, namun sampai saat ini belum ada eksekusi dengan metode ini yang dilaporkan.[PRO/DEL]

Pasar Malam Pertama Di Indonesia

 
Proliman.com- Pasar malam merupakan hiburan rakyat, terlebih hiburan untuk semua kalangan baik dari kalangan elit maupun kalangan kelas menengah ke bawah sekalipun. Pasar malam sendiri adalah sebuah arena jual-beli yang diselenggarakan pada petang hingga malam hari, dimana biasanya diadakan beberapa macam hiburan untuk meramaikan acara tersebut. Namun, tahu kah anda bahwa Pasar Malam Pertama yang hadir di Indonesia itu terdapat di daerah mana?

Pasar malam pertama hadir pada masa kolonial, tepatnya di daerah Batavia (sekarang Jakarta). Pada awal abad 20 sebenarnya banyak sekali festival yang pernah hadir di Batavia namun, kebanyakan ber-aromakan unsur-unsur keagamaan. Hal ini ternyata membuat pemerintah kolonial setempat untuk membuat sebuah festival dalam bentuk pasar malam yang dikenal dengan Pasar Gambir. Nama Pasar Gambir itu sendiri diambil dari lokasinya yang berada di daerah Lapangan Gambir. Alasan pembentukan Pasar Gambir ini sendiri dalam rangka memperingati hari kelahiran Ratu Wilhelmina penguasa Belanda ketika itu yang jatuh pada tanggal 31 Agustus. Selain itu pula pemerintah kolonial juga beralasan pembentukan Pasar Gambir ini juga dalam rangka memperingati penobatan Ratu Wilhelmina yang merupakan nenek dari Ratu Beatrix, pada tahun 1898.

Pada awalnya Pasar Gambir diadakan dalam waktu satu pekan saja namun, karena banyaknya antusiasme warga Batavia terhadap pesta rakyat tersebut maka pemerintah Belanda menambah acara tersebut menjadi dua pekan, yakni pada pekan terakhir bulan Agustus hingga pekan pertama bulan September. Pasar Gambir yang hadir mempunyai maksud untuk meningkatkan perekonomian di Kota Batavia dengan mengadakan promosi barang-barang industri yang nantinya akan menimbulkan daya beli yang tinggi dari masyarakat Batavia itu sendiri. Selain tujuan ekonomi, Pasar Gambir juga menyediakan sarana rekreasi serta hiburan untuk masyarakat Batavia yang diantaranya pertunjukkan sulap, carrousel (komidi putar) dan American Carnaval Show. Selain hiburan juga ada arena permainan di dalamnya seperti permainan panjat-panjatan yang bisa dibilang hampir mirip dengan permainan Panjat Pinang, lalu ada juga permainan olahraga bola kasti dan sepak bola serta permainan lainnya. Namun, satu hal kerap ditunggu-tunggu masyrakat Batavia kala itu adalah pesta kembang api yang meriah, yang dilakukan setiap akhir Pasar Gambir itu sendiri. Kembang api-kembang api ini sendiri diambil dari Pabrik Kembang Api Gorz di Krukut dan Lauw Kang Boen di Angke.

Sarana hiburan yang semacam Pasar Gambir ini tentunya amatlah berkesan bagi warga Batavia kala itu, meski begitu Pasar Gambir harus berakhir ketika bangsa Jepang datang ke Indonesia pada tahun 1942. Keberadaan Pasar Gambir ini pun ternyata juga membuat pasar malam dan sarana hiburan lain berkembang di daerah di luar Batavia, seperti Jaarbeurs (bursa tahunan) di Bandung dan Jaarmarkt (pasar tahunan) di Surabaya. Pasar Gambir juga merupakan cikal-bakal lahirnya Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta yang menjadi gagasan dari Gubernur Ali Sadikin di tahun 1968. [PRO/GAL]

Tahok, Kuliner Rakyat Bertabur Manfaat

Apabila anda termasuk orang yang berkelebihan berat badan dan ingin menurunkannya. Di Solo sejak lama sudah terdapat menu kuliner yang sehat, nikmat dan banyak manfaat, yaitu Tahok, kuliner rakyat penuh manfaat.

Tahok merupakan kuliner langka tradisional Cina yang masih tersisa di era modern ini, tahok dahulunya dibawa pendatang dari Tionghoa yang tinggal di sekitar Pasar Gede dan kemudian diturunkan dari generasi ke generasi hingga saat ini. 

Tahok memiliki kandungan gizi yang tinggi. Jika dikonsumsi setiap pagi secara rutin Tahok dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dan juga cocok sebagai menu diet karena dapat menurunkan berat badan dan mengurangi obesitas.

Untuk penyajiannya Tahok disiram dengan kuah yang berbahan dasar gula merah, daun sereh, daun pandan, dan jahe. Dengan bahan kuah seperti itu, tahok juga terasa sangat cocok sebagai menu penghangat badan.
Untuk dapat menikmati makanan tahok ini dapat kita jumpai disekitar pasar gedhe Solo, dengan hanya merogoh kocek Rp. 5.000 sudah dapat menikmatinya. Pedagang Tahok saat ini hanya tinggal beberapa saja, dan biasanya mulai berjualan dari pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga sore hari menjelang senja. [PRO/NAR]

Festival Sejarah 2013


Proliman.com- Sejarah memang menarik untuk selalu diperbincangkan apalagi untuk dikaji dan diikuti perjalanannya. Selalu menghadirkan pengetahuan baru yang sebelumnya sama sekali tidak terlintas dalam pikiran. Penemuan-penemuan sejarah misalnya selalu menghadirkan decak kagum bagi yang mengikutinya.

Dalam rangka untuk semakin memberi pemahaman tentang sejarah, Forum Mahasiswa Sejarah FSSR UNS menggelar Festival Sejarah dengan mengangkat tema “Membentuk Karakter Bangsa melalui Sejarah”. Agenda Festival sejarah ini akan digelar pada rabu tanggal 11 Desember 2013 mendatang, bertempat di ruang seminar gedung 3 Fakultas sastra dan seni rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dalam agenda Festival Sejarah tersebut akan digelar seminar nasional yang menghadirkan beberapa pembicara, seperti ; JJ. Rizal seorang sejarawan Indonesia, Heri Priyatmoko seorang sejarawan komunitas tepi kota, serta M. Nazir Salim seorang peneliti sejarah. Seminar nasional ini sendiri bertajuk “Peran Orang-orang Desa Dibalik Perjuangan Masyarakat kota dalam  Melawan Kolonial”.

Selain seminar nasional, dalam agenda Festival tersebut juga akan digelar beberapa lomba. “lomba karya tulis ilmiah dan lomba serta pameran fotografi tingkat mahasiswa se-Jateng dan DIY juga akan turut memeriahkan festival sejarah” ungkap ketua umum FMS yang akrab disapa Nisa ketika berbincang dengan proliman.com.

“Melalui kegiatan Festival Sejarah ini kita sebagai penyelenggara sangat berharap nantinya kegiatan ini akan menambah pemahaman mengenai sejarah Indonesia pada umumnya, dan juga memberikan pengertian tentang karakter bangsa, serta wahana untuk menambah wawasan dalam sejarah” pungkasnya. [PRO/NAR]


Pasang Iklan Anda Disini

 

About Us | Kontak | Redaksi