Proliman lahir ditengah-tengah gempuran jaman yang serba digital, serba penuh tantangan, maka melalui slogan membuka wawasan dengan berbagai sudut pandang dapat mengajak masyarakat menilai, berfikir kritis serta membuka wawasan seluas-luasnya dengan berbagai sudut pandang.
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2013

Siraman, Upacara Bersih Diri Menjelang Pernikahan

Proliman.com- Dalam setiap hembusan nafas manusia sudah pasti tidak dapat lepas dari yang namanya cinta. Jalinan cinta yang sangat diidamkan oleh setiap manusia pasti ingin melanjutkan hubungan ketahap yang lebih serius yaitu Pernikahan. Dalam tradisi masyarakat Jawa pada umumnya serta tradisi masyarakat Solo dan sekitar khususnya. Sebelum melaksanakan pernikahan ada beberapa rentetan upacara yang harus calon pengantin lakukan. Salah satunya adalah upacara/prosesi Siraman, Siraman berasal dari kata dasar siram dalam bahasa Jawa, yang berarti mandi.

Upacara Siraman berarti memandikan calon pengantin, karena upacara ini merupakan suatu tradisi adat ritual warisan nenek moyang masyarakat Jawa yang mengandung banyak falsafah di dalamnya, jadi mandi dalam upacara Siraman ini bukanlah sembarang mandi seperti aktivitas mandi dalam kehidupan sehari-hari. Upacara ini dipercaya memiliki arti untuk calon pengantin yaitu membersihkan diri dan hati yang akan melangsungkan pernikahan keesokkan harinya. Setelah upacara Siraman dilakukan calon pengantin akan menjadi jauh lebih suci dibandingkan sebelumnya.

Beberapa macam perlengkapan juga diperlukan untuk menggelar upacara Siraman ini. Diantaranya :
  1. Kembang setaman
  2. Lima macam konyoh panca warna atau penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang diberi pewarna
  3. Dua butir kelapa hijau tua yang masih ada sabutnya
  4. Kendi
  5. Tikar ukuran ½ meter persegi
  6. Kain Mori putih ½ meter persegi
  7. Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
  8. Dlingo bengle (tanaman)
  9. Lima macam bangun tulak  atau kain putih yang ditepinnya diwarnai biru
  10. Satu macam yuyu sekandang, maksudnya kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning
  11. Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek (kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah)
  12. Sampo dari londo merang (air dari merang yang dibakar di dalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
  13. Asem, santan kanil, 2 meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
  14. Sabun dan handuk.

Saat melakukan upacara siraman didahului pula dengan petuah-petuah dan nasihat serta doa-doa dan harapan yang disimbolkan dalam berbagai macam sesaji, atau Sajen dalam bahasa Jawa. Untuk menjaga kesehatan calon pengantin agar tidak kedinginan maka ditetapkan hanya tujuh orang yang boleh memandikan. Dalam bahasa Jawa tujuh adalah Pitu (Jawa) yang berarti pitulung (Jawa). Hal ini mengandung makna pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias (pemaes) dengan memecah kendi dari tanah liat.[PRO/REY]

Minggu, 08 Desember 2013

Batik Keris kembali Berkolaborasi dengan Brand Internasional

Proliman.com- Solo sebagai kota budaya tentunya menyimpan jutaan keindahan di dalamnnya, seperti keindahan batik khas kota Solo yang saat ini sudah mendunia. Salah satu produsen batik ternama di kota Solo yang ikut serta mengangkat drajad batik khas Solo yakni Batik Keris.

Batik Keris memulai perjalanannya dari home industry yang secara resmi berdiri pada tahun 1947, dibawah pimpinan Almarhum Kasom Tjokrosaputro dan istrinya. Kemudian pada tahun 1970 Batik Keris mendirikan pabrik printing di daerah Kleco, Solo. Setelah itu Batik Keris membuka toko di Sarinah pada tahun 1972, dan kemudian pembukaan kantor pusat dan pabrik di Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Hingga sampai saat ini Batik Keris merupakan salah satu perusahaan batik terbesar di Indonesia yang meliputi pabrik batik tradisional, garment, dan toko-toko yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari awal pendiriannya, Batik Keris sangat menekankan kualitas, termasuk yang pertama kali ekspor dan berpromosi di luar negeri. Memang Batik Keris dalam perjalanannya telah berulang kali bekerjasama dengan beberapa produk internasional seperti 2 tahun lalu Batik Keris bekerja sama dengan Disney Internasional, dan tahun ini Batik Keris kembali berkolaborasi dengan Brand internasional lainnya yakni Swarovski sebuah brand internasional yang bergerak dibidang fashion aksesoris.

Kolaborasi antara Batik Keris dengan Swarovski sendiri secara resmi telah launching pada tanggal 22 november 2013 yang lalu bertempat di Mall Pacific Palace, Jakarta.

Tentunya kolaborasi antara Batik Keris dengan Swarovski menjadikan produk dari Batik Keris semakin up to date dan elegant dengan taburan manik-manik dan batu permata Kristal, serta diharapkan dapat semakin mengenalkan batik di kancah internasional.  [PRO/NAR]

Sabtu, 07 Desember 2013

Gathering Royal High Tea Batik Keris

Proliman.com- Batik Keris sebagai salah satu produsen batik ternama di kota Solo pada jum’at sore kemarin (06/12) menggelar agenda gathering bersama customer-customer setianya di ballroom The Sunan Hotel Solo.

Dalam gathering tersebut selain menjamu tamu undangan yang hadir dengan sajian royal high tea serta kudapan lezat, Batik Keris juga menggelar Fashion show yang bertajuk puspa nusa yang dipersembahkan batik keris untuk mengapresiasikan keindahan budaya nusantara.

“Agenda gathering ini mungkin lebih kearah ramah tamah yang digelar secara santai dan pagelaran fashion show, kami undang customer-customer yang loyal sehingga melalui acara ini Batik Keris dapat mengenal personal customer loyal dan juga meminta feed back agar batik keris dapat lebih baik kedepannya”, ujar Lina Tjokrosaputro selaku komisaris utama Batik keris di sela-sela acara.

Fashion show yang digelar sore itu menampilkan 5 squance yakni teenager, family collection, kids collection, wax collection, dan sutra collection. Kelima squance tersebut tampil dengan design special menyambut natal dan tahun baru 2014.[PRO/NAR]

Jumat, 29 November 2013

Mempertahankan Eksistensi Campursari Dalam Gempuran Zaman

Proliman.com- Musik merupakan sebuah hiburan bagi setiap manusia dan dapat dikatakan telah mendarah daging disetiap sendi kehidupan manusia. Musik dapat merubah dan dapat berubah sesuai tuntutan zaman. Namun, tetap mempunyai makna dan sejarahnya, tak terkecuali Campursari. Dalam masyarakat Jawa sebenarnya banyak sekali jenis-jenis musik seperti Keroncong, Karawitan, Langgam, termasuk Campursari salah satunya. Campursari sendiri merupakan perpaduan dari beberapa genre musik kontemporer di Indonesia.

Nama Campursari berasal dari bahasa Jawa dimana campur yang berarti perpaduan dan sari yang berarti inti, jadi dapat dimaksudkan filosofi Campursari itu merupakan perpaduan inti dari genre-genre musik kontemporer. Campursari pertama kali dipopulerkan oleh Manthous dengan memasukkan keyboard ke dalam orkestrasi gamelan pada sekitar akhir dekade 1980-an melalui kelompok gamelan "Maju Lancar". Kemudian secara pesat masuk unsur-unsur baru seperti langgam Jawa, keroncong serta akhirnya dangdut.

Di wilayah Jawa bagian tengah hingga timur termasuk kota Solo, musik campursari sering dikombinasikan dan dimodifikasi dengan berbagai alat musik dari barat atau sebaliknya sehingga menciptakan warna musik yang beda dengan yang lainnya. Namun dalam kenyataanya musik asing ini justru takluk oleh musik-musik daerah setempat yang disukai layaknya Langgam Jawa dan Gending.

Pada dekade 2000-an telah dikenal bentuk-bentuk campursari yang merupakan campuran gamelan dan keroncong (misalnya Kena Goda dari Nurhana), campuran gamelan dan dangdut, serta campuran keroncong dan dangdut (congdut, populer dari lagu-lagu Didi Kempot). Meskipun perkembangan campursari banyak dikritik oleh para pendukung kemurnian aliran-aliran musik ini, campursari justru hadir untuk merevitalisasi musik-musik tradisional di tanah Jawa, sekaligus memberi warna baru.

Dalam perkembangan musik di Indonesia khususnya di Jawa, kehadiran Campursari cukup digemari oleh kaum muda, khususnya kaum muda jawa. Namun kini perlahan musik campursari ikut luntur termakan oleh gempuran zaman yang memaksa musik-musik asing mendominasi kehidupan anak muda zaman sekarang.
Pemuda, entah dalam bentuk apapun yang mereka lakukan tetap saja sangat memegang peranan penting bagi kemajuan suatu bangsa. Jika melihat kehidupan pemuda dari zaman dahulu hingga sekarang memang tidak bisa lepas dari yang namanya musik.

Namun akhir-akhir ini justru musik asing lah yang lebih digandrungi untuk dinikmati para pemuda. Mereka enggan dan bahkan cenderung malu jika mendengarkan lantunan musik campursari yang notabene adalah budaya lokal bangsa ini. Padahal banyak seniman Indonesia yg berpendapat bahwa "melestarikan dan mendukung perkembangan budaya lokal mereka sendiri sama dengan membentuk jati diri".
Dan sebagai generasi penerus dari bangsa ini, sudah seharusnya kita turut serta dalam melestarikan dan mendukung perkembangan musik asli dari bangsa ini, salah satunya campursari. [PRO/REY]

Selasa, 26 November 2013

Camera 360 Atau Nginang ??

Proliman.com- Sekarang ini dalam aspek apapun perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kemajuan itu diiringi dengan trend penggunaan perangkat teknologi yang terus berkembang.

Salah satu hasil dari kecanggihan teknologi yakni Smartphone. Alat canggih modern yang satu ini sangat mudah kita temui dengan harga yang bervariasi, dan bukan lagi barang yang mewah.

Penggunaan Smartphone kini tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi melalui voice atau SMS saja, namun untuk mengakses jejaring social, berbelanja secara online dan tentunya untuk mengakses berbagai konten aplikasi.

Konten aplikasi yang tersedia bagi smartphone bermacam-macam, salah satunya yakni aplikasi untuk kamera. Konten aplikasi kamera yang cukup diminati pengguna smartphone tak lain tak bukan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih dan menarik.

Salah satu yang memikat para pengguna smartphone yakni aplikasi Camera 360 yang sampai saat ini  sudah terdownload lebih dari 20 juta kali. Aplikasi yang dibuat oleh PinGuo, Inc  ini merupakan salah satu aplikasi foto untuk mobile terbaik di dunia. Selain sangat populer di Android, Camera 360 juga sangat populer bagi para pengguna perangkat iOS.

Camera 360 memungkinkan untuk mengambil gambar dan mengeditnya dengan berbagai macam filter yang tersedia. Tidak hanya itu, Camera 360 juga dilengkapi dengan segudang fitur yang mendukung untuk membuat foto menjadi lebih indah. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian yaitu aplikasi ini bisa mengubah warna bibir menjadi merah, padahal objek gambar itu sendiri sebenarnya tidak menggunakan lipstik. Fitur ini dikenal dengan sexy lip.

Sementara itu jauh sebelum modern menyentuh kehidupan ini, para pendahulu telah lebih dulu menemukan cara memerahkan bibir dengan cara alami, bahkan jauh sebelum lipstik ada seperti saat ini. Memerahkan bibir secara alami  dapat dilakukan dengan cara makan sirih atau biasa disebut “nginang”.

Nginang merupakan tradisi makan sirih yang bertujuan untuk menjaga kesehatan gigi, menghilangkan bau mulut dan memerahkan bibir secara alami. Bahan-bahan yang diperlukan untuk menginang antara lain : Daun sirih, gamping/pasta kapur, biji pinang/jambe, gambir dan tembakau iris.

Bahan-bahan yang digunakan dalam tradisi nginang ini memiliki manfaat yang telah terbukti yakni menyehatkan gigi dengan memberi kekuatan pada gigi agar tidak cepat keropos, selain itu juga bermanfaat untuk mengusir bau mulut dan jika secara teratur manfaat lain dari nginang adalah dapat memerahkan bibir atau membuat bibir tampak sexy dengan warna merah yang alami.

Namun tradisi alami ini sudah semakin punah, sudah jarang kita temui, walau terbukti tradisi nginang memiliki manfaat yang cukup luar biasa. Hal ini disebabkan karena dunia semakin melaju dengan kecepatan tak terbatas, yang dibawa oleh berbagai macam teknologi canggih yang semakin memanjakan masyarakatnya.

Saat ini tergantung hati kita masing-masing ikut melaju dengan dunia yang melaju tanpa batas dengan kecanggihan teknologinya tanpa melestarikan budaya atau tetap mengikuti kemajuan dangan menyeimbangkan antara kemajuan dengan budaya peninggalan para leluhur untuk tetap melestarikannya. Semua itu hanya hati kita yang tahu, kemana kita akan memilih jalan dalam kehidupan untuk menyongsong masa depan.[PRO/REY]

Editor : Tim Redaksi Proliman.com

Kamis, 21 November 2013

Berfilosofi Melalui Beladiri Capoeira


proliman.com- Capoeira merupakan beladiri yang berasal dari negara brazil dimana dalam perkembangannya sangat pesat hingga sampai diseluruh dunia, unsur filosofi dan gaya akrobatik yang khas membuat banyak orang tertarik untuk belajar beladiri capoeira ini. Dari segi historis capoeira dikembangkan oleh para budak-budak afrika di brazil untuk bertahan hidup dari jajahan bangsa portugis di kala itu. capoeira yang terlihat hanya seperti tarian itulah yang menjadikan capoeira beladiri yang unik, dimana pada saat itu segala macam beladiri dilarang, maka mereka capoeirista (pemain capoeira) menyembunyikan gerakan gerakan beladiri dengan tarian-tarian.

Dalam permainan capoeira biasanya diiringi oleh musik seperti berimbau, pandeiro, dan atabaque. ketiga alat ini adalah alat musik pukul yang digunakan untuk mengiringi permainan capoeira dengan beberapa pemain capoeira yang lain duduk membuat lingkaran melingkari dua pemain yang sedang bermain didalamnya. Lingkaran ini diibaratkan sebagai dunia. Dan bateria (pemain musik) adalah yang mengiringi/memimpin jalannya capoeira.

Di kota solo juga terdapat sekumpulan komunitas yang belajar capoeira. Mereka tidak hanya belajar gerakan gerakan capoeira saja, namun, mereka mempelajari aspek-aspek yang ada dalam capoeira itu sendiri, menurut Bangun (25) banyak hal yang bisa dipelajari dari capoeira selain gerakan gerakan saja, misalnya, musik, filosofi, dan sejarah mengenai capoeira itu sendiri. Kami tidak hanya belajar gerakan-gerakan capoeira saja, tetapi kami juga belajar bahasa yaitu brazillian portugis, tutur Bangun pemimpin kelas capoeira di solo. Ia juga menambahkan bahwa eksistensi beladiri capoeira ini untuk di wilayah solo sudah ada sejak tahun 2004 lalu, yang semula capoeira di surakarta dikembangkan oleh kebanyakan mahasiswa ISI Surakarta. Komunitas ini bertempat latihan di pendopo Taman Budaya Jawa Tengah setiap hari senin dan rabu jam 4 sore. Saat ini komunitas tersebut merupakan bagian dari dewan kesenian surakarta, artinya kesenian capoeira tersebut juga diakui oleh kalangan seniman disurakarta. Hingga sampai saat ini anggota yang aktif mencapai 20 orang yang terdiri dari banyak kalangan anak-anak, dan remaja. [PRO/DN]

Rabu, 20 November 2013

Soloraya Creative Expo 2013 Mulai 20 November 2013

Soloraya Creative Expo 2013 akan dihelat secara serentak rabu hari ini tanggal 20-24 November 2013 yang dilaksanakan secara terpisah dibeberapa tempat, yakni Benteng Vastenberg sebagai venue utama dalam gelaran ini, kemudian Solo Square dipersiapkan untuk venue pameran otomotif, Diamond Solo Convention Hall dipersiapkan untuk pameran food industry dan machinery, lalu gedung Graha wisata lantai 1 dipersiapkan untuk pameran jasa percetakan dan penerbitan dan terakhir Gedung Graha Wisata lantai 2 dipersiapkan untuk pameran perbankan dan bisnis asuransi.

Soloraya Creative Expo 2013 ini diikuti sedikitnya 250 peserta yang berasal dari wilayah Solo dan sekitar. Dalam agenda expo ini produk yang dihadirkan beragam, dari mulai handicraft, otomotif, lembaga pembiayaan, percetakan, perbankan, fashion, furniture, kuliner, serta seni dan budaya. 

Soloraya Creative Expo 2013 ini sendiri merupakan ajang pameran bagi masyarakat yang menggeluti bidang ekonomi kratif. Agenda ini sengaja digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo beserta pemerintah daerah yang tergabung dalam Soloraya untuk meningkatkan prekonomian daerah. Karena saat ini Kota Solo dan sekitarnya tidak memiliki kekayaan alam yang menghasilkan semacam pertambangan atau kekayaan alam lainnya, melainkan seni dan budaya. Maka dengan adanya industri kreatif yang berbasis kebudayaan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan pilar perekonomian kota Solo dan sekitarnya. 

Diharapkan nantinya agenda semacam ini akan terus berlangsung tiap tahunnya. “sangat diharapkan dapat digelar setiap tahunnya, walau nanti tidak hanya digelar dikota Solo, tapi mungkin bisa saja di gelar di Sukoharjo, Karangnyar, Klaten atau manapun yang jelas sangat diharapkan agenda Soloraya Creative Expo ini akan berlanjut dari tahun ke tahun nantinya, agar ekonomi kreatif dikota Solo dan sekitarnya berkembang pesat” ujar David R Wijaya, Ketua Panitia Soloraya Creative Expo 2013.

Bagi sobat proliman yang ingin berkunjung ke Soloraya Creative Expo 2013 ini tak perlu kwatir karena hanya akan dikenakan biaya tiket masuk 10.000 satu orangnya, dan itu dapat digunakan untuk masuk ke semua venue yang sudah disediakan, dan yang menariknya lagi pihak Kadin Solo selaku panitia menyediakan empat shuttle bus untuk menghubungkan ke empat venue yang digunakan untuk pameran. “Selama pameran, para pengunjung cukup membeli satu tiket dan bisa digunakan untuk mengunjungi semua venue dan gratis naik shuttle bus,”  imbuh ketua panitia David R Wijaya.[PRO/NAR]


Jumat, 08 November 2013

Kirab Sang Kebo Bule “Kyai Slamet” di Solo

Malam 1 Suro selayaknya memiliki ciri tersendiri pada setiap peringatannya terutama di tlatah Jawa. Sebagian besar masyarakat Jawa asli mempunyai sebuah kepercayaan yang disebut dengan kejawen. Kejawen berarti sebuah adat yang berisikan seni, budaya, tradisi, ritual dan sikap filosofi orang-orang Jawa. Namun jangan samakan kejawen dengan agama-agama monotheis lainnya seperti Islam, Kristen, Katholik, Hindhu dan Budha, karena kepercayaan ini hanya mengandung ajaran-ajaran yang harus dilakukan secara rutin. Walaupun dalam prosesinya mengikutsertakan unsur-unsur Hindhu Budha, namun tak jadi masalah karena pada jaman dulu budaya Jawa berasimilasi dengan dua agama tersebut. Kejawen sendiri memiliki unsur yang serba spiritual yang disimbolkan dengan benda-benda tertentu dan yang sangat berkaitan erat dengan urusan klenik.
1 Suro dipercaya sebagai hari keramat yang bertepatan jatuh tahun baru Islam (Hijriah) dimana menjadi hal yang sangat wajib bagi masyarakat Jawa untuk merayakannya dengan kejawen yang sangat kental dan bukan dengan kemeriahan pesta terompet serta kembang api, melainkan lebih memfokuskan untuk mengintrospeksi diri dengan ritual-ritual tertentu untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Biasanya masyarakat Jawa memperingati Suronan pada malam hari sebelum tanggal 1 hingga tanggal 1 dini hari. Perayaan malam 1 Suro ini adalah tradisi kuno yang sudah turun temurun semenjak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1613-1646.
Di Solo, sebagai pusat kebudayaan Jawa, memiliki estetika tersendiri dalam memperingati malam 1 Suro yang dilaksanakan oleh Keraton Kasunanan. Adalah Kebo Bule (albino) Kyai Slamet yang menjadi simbol sekaligus pemimpin jalannya prosesi kirab Suronan. Bukan sekedar kerbau biasa, Kyai Slamet adalah binatang kesayangan Sinuhun Pakubuwono II yang dikeramatkan. Tradisi kirab 1 Suro dimulai sesuai dengan kemauan para Kebo Bule keturunan Kyai Slamet murni serta diikuti oleh semua sentana dalem seperti para kerabat keraton, pun tak ketinggalan para abdi dalem yang mengarak benda-benda pusaka keraton yang telah dijamas sebelumnya. Proses ritual dilakukan dengan cara kirab berjalan mengelilingi beteng, diawali dari Kori Kamandungan keraton dan selanjutnya berjalan melewati rute yang telah ditentukan.
Selain para kerabat keraton, acara malam 1 Suro ini juga diikuti oleh antusiame warga Solo dan sekitarnya seperti Wonogiri, Sragen, Boyolali, Klaten, Sukoharho, dan Karanganyar yang ingin turut serta dalam melaksanaan kirab. Konon, kotoran dari Kebo Bule ini akan memberikan berkah, rejeki dan keselamatan tersendiri bagi masyarakat yang mempercayainya. Walaupun ribuan warga tumpah ruah di sekitar jalan keraton dan rute kirab, namun tak mengurangi kesakralan jalannya ritual tersebut.[PRO/DEL]


Pasang Iklan Anda Disini

 

About Us | Kontak | Redaksi